Rumelu.com: Membeli rumah adalah salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup banyak orang. Namun, keputusan besar ini bisa berubah menjadi risiko besar apabila dilakukan tanpa memastikan keaslian developer. Di dunia properti Indonesia, kasus pengembang bodong, proyek mangkrak, bahkan sertifikat bermasalah masih sering terjadi.

Karena itu, penting bagi setiap calon pembeli untuk membekali diri dengan pengetahuan dasar yang jelas dan terstruktur. Panduan ini membahas langkah-langkah paling efektif untuk mengecek rekam jejak developer sebelum Anda mengeluarkan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah.

1. Cek Legalitas Perusahaan Developer

Langkah paling mendasar adalah mengecek legalitas perusahaan pengembang. Hal ini sering diabaikan padahal sangat penting. Pastikan developer memiliki beberapa dokumen resmi seperti:

  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  • TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
  • Akta pendirian perusahaan beserta perubahan terbaru
  • NPWP perusahaan

Jika developer enggan menunjukkan dokumen atau memberikan alasan berbelit-belit, itu sudah menjadi tanda awal untuk waspada.

2. Telusuri Rekam Jejak Proyek Sebelumnya

Developer terpercaya umumnya memiliki portofolio proyek yang sudah selesai dan bisa diverifikasi. Anda bisa mengecek rekam jejak melalui:

  • Website resmi developer
  • Media sosial pengembang
  • Review Google
  • Kunjungan langsung ke proyek lama

Kondisi fisik proyek lama mencerminkan kualitas developer. Jika banyak proyek sebelumnya mangkrak, itu tanda besar untuk menghindar.

3. Periksa Sertifikat Lahan dan Legalitas Proyek

Legalitas lahan adalah titik paling krusial dalam transaksi properti. Pastikan developer memiliki dokumen asli atau salinan legalisir seperti:

  • SHM – Sertifikat Hak Milik
  • SHGB – Sertifikat Hak Guna Bangunan

Selain itu, pastikan proyek memiliki IMB/PBG, Site Plan, dan izin pemanfaatan ruang. Jangan hanya percaya pada janji marketing.

4. Cross-Check dengan Pemerintah Daerah

Untuk memastikan kebenaran data, Anda bisa mengecek developer melalui dinas terkait seperti:

  • Dinas Perumahan dan Permukiman
  • Dinas Tata Ruang
  • Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Instansi ini dapat memberikan informasi apakah proyek memiliki izin lengkap atau apakah developer pernah memiliki catatan masalah.

5. Perhatikan Skema Pembayaran

Developer bermasalah sering menawarkan skema pembayaran yang tidak umum, seperti:

  • DP besar tanpa kejelasan legalitas
  • Tidak bekerja sama dengan perbankan
  • Pembayaran ke rekening pribadi

Developer profesional biasanya bekerja sama dengan bank yang melakukan verifikasi legalitas sebelum memberi fasilitas KPR.

6. Kunjungi Lokasi Proyek

Kunjungan lokasi adalah cara paling akurat untuk mengecek keaslian progres. Periksa apakah:

  • Pembangunan benar-benar berjalan
  • Tenaga kerja bekerja di lapangan
  • Kantor pemasaran tersedia di lokasi
  • Kondisi nyata sesuai dengan brosur

Developer terpercaya memiliki progres fisik yang konsisten dan dapat dilihat setiap bulan.

7. Cari Testimoni Penghuni

Testimoni adalah sumber informasi yang sangat penting. Anda bisa mencarinya melalui:

  • Komunitas penghuni
  • Forum properti
  • Media sosial developer
  • Google Review

Jika banyak komplain tentang keterlambatan, kualitas buruk, atau masalah legalitas, pertimbangkan untuk mencari proyek lain.

8. Pastikan Developer Terdaftar di Asosiasi Resmi

Keanggotaan asosiasi tidak menjamin kualitas, tetapi menunjukkan bahwa developer diakui dalam ekosistem resmi. Beberapa asosiasi seperti:

  • REI (Real Estate Indonesia)
  • APERSI
  • HIMPERRA

9. Baca Kontrak Secara Detail

Isi kontrak penting untuk melindungi pembeli. Periksa apakah kontrak mencantumkan:

  • Jadwal serah terima
  • Spesifikasi bangunan
  • Kompensasi keterlambatan
  • Kejelasan proses sertifikat

Jika ada pasal tidak masuk akal, Anda berhak menolak atau meminta revisi.

10. Gunakan Jasa Profesional

Jika Anda tidak ingin mengambil risiko, gunakan jasa konsultan properti atau notaris untuk membantu mengecek legalitas. Biaya yang dikeluarkan sangat sebanding dengan keamanan transaksi jangka panjang.

Pada akhirnya, membeli rumah adalah investasi besar. Melakukan pemeriksaan sederhana ini dapat menyelamatkan Anda dari kerugian besar.

Penulis: Tim Rumelu.com