-->
Telusuri
24 C
id
Rumelu - Media Hunian dan Gaya Hidup Urban
Banner Rumelu
  • Beranda
  • Hunian
    • All
    • Rumah Dijual
    • Apartemen
    • Cluster & Perumahan
    • Sewa & Kontrakan
    • Properti Baru
  • Gaya Hidup
    • All
    • Green Urban
    • Ruang & Tempat Kota
    • Kuliner Urban
    • Komunitas Kota
    • Kehidupan Kota
  • Inspirasi
    • All
    • Rumah Kecil
    • Smart Home
    • Furnitur & Dekorasi
    • DIY & Storage
  • Kawasan
    • Jakarta
    • Bogor
    • Depok
    • Tangerang
    • Bekasi
    • BSD
  • Solusi Rumah
    • Layanan Rumah
    • Renovasi
    • Service AC
    • Tukang Harian
    • Pagar Teralis
Rumelu - Media Hunian dan Gaya Hidup Urban
Telusuri
Beranda Buku Koreografi Perampasan: Membaca Ulang Wajah Pembangunan dari Sudut yang Kerap Terabaikan
Buku

Koreografi Perampasan: Membaca Ulang Wajah Pembangunan dari Sudut yang Kerap Terabaikan

Sobat Rasa
08 Jun, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Rumelu.com: Di tengah berbagai narasi tentang pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan modernisasi, sering kali muncul pertanyaan yang jarang mendapat perhatian: siapa yang sebenarnya diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung dampaknya?

Pertanyaan itulah yang tampaknya menjadi benang merah dalam buku Koreografi Perampasan: Menggugat Kuasa, Ruang Kerja, dan Meja Makan karya Widhyanto Muttaqien.

Dari judulnya saja, buku ini menawarkan perspektif yang tidak biasa. Kata "koreografi" mengisyaratkan bahwa perampasan bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan rangkaian proses yang melibatkan banyak aktor, kebijakan, dan kepentingan yang bergerak secara teratur layaknya sebuah pertunjukan. Sementara itu, frasa "ruang kerja" dan "meja makan" menunjukkan bahwa dampak perampasan tidak hanya terjadi pada lahan atau sumber daya alam, tetapi juga menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Berdasarkan testimoni yang tercantum pada sampul belakang, buku ini berupaya mengkritisi cara kerja pembangunan dan pengelolaan ruang yang sering kali didominasi logika kapitalisme. David Tobing dari STF Driyarkara menilai karya ini sebagai upaya untuk mengembalikan perhatian publik pada niat dan tujuan awal kebijakan publik, terutama ketika manfaat dan kerugiannya dirasakan secara tidak seimbang oleh masyarakat.

Sementara itu, Ernan Rustiadi dari IPB University melihat buku ini sebagai kritik multidisipliner terhadap nalar pembangunan di Indonesia. Menariknya, kritik tersebut tidak disampaikan melalui jargon akademik yang rumit, melainkan melalui pengalaman dan pengamatan yang berangkat dari berbagai persoalan nyata yang terjadi di lapangan.

Buku ini juga mendapat perhatian dari Fathin Robbani Sukmana, yang menyebutnya sebagai semacam "manual" bagi mereka yang tidak ingin hanya menjadi penonton dalam berbagai proses perampasan yang terjadi di sekitar mereka. Melalui analisis yang disajikan, pembaca diajak melihat bahwa di balik proyek pembangunan, keputusan birokrasi, maupun kebijakan publik, terdapat manusia-manusia yang terdampak secara langsung.

Salah satu kekuatan buku ini tampaknya terletak pada kemampuannya menghubungkan isu-isu besar dengan kehidupan sehari-hari. Jika banyak buku tentang pembangunan berbicara pada level makro, Koreografi Perampasan justru membawa pembaca pada ruang yang lebih dekat: tempat bekerja, ruang hidup, dan bahkan meja makan keluarga. Pendekatan semacam ini membuat isu ketimpangan dan keadilan sosial menjadi lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan pengalaman yang akrab bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, Koreografi Perampasan bukan sekadar buku tentang kritik pembangunan. Buku ini merupakan ajakan untuk melihat kembali hubungan antara kekuasaan, kebijakan, ruang hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui perspektif yang kritis, Widhyanto Muttaqien mengingatkan bahwa pembangunan seharusnya tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan atau megahnya proyek fisik, tetapi juga dari sejauh mana ia menghadirkan keadilan bagi warga yang hidup di dalamnya.

Bagi akademisi, aktivis, mahasiswa, pegiat kebijakan publik, maupun masyarakat umum yang ingin memahami sisi lain pembangunan di Indonesia, buku ini menawarkan bahan refleksi yang relevan dan layak untuk didiskusikan lebih lanjut.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
Banner Rumelu
Ads
Advertisement
Advertisement

Advertisement

Omah Dtri
Pasang Iklan di Rumelu

Iklan Layanan Masyarakat

Pilihan Pembaca

Buku Koreografi Perampasan Akan Diluncurkan di Jakarta

Buku Koreografi Perampasan Akan Diluncurkan di Jakarta

Juni 08, 2026
Rumah Siap Huni Full Furnished di Kalimulya Cilodong Depok – Tanah Luas, SHM & IMB

Rumah Siap Huni Full Furnished di Kalimulya Cilodong Depok – Tanah Luas, SHM & IMB

Februari 10, 2026
Koreografi Perampasan: Membaca Ulang Wajah Pembangunan dari Sudut yang Kerap Terabaikan

Koreografi Perampasan: Membaca Ulang Wajah Pembangunan dari Sudut yang Kerap Terabaikan

Juni 08, 2026

Madu Murni

Madu Murni

Patut Disimak

Depok dan Tantangan Pengolahan Sampah Urban yang Terus Bertambah

Sobat Rasa - Mei 22, 2026 0
Depok dan Tantangan Pengolahan Sampah Urban yang Terus Bertambah
Depok dan Tantangan Pengolahan Sampah Urban yang Terus Bertambah Depok menghadapi tantangan pengolahan sampah urban yang terus meningkat. Data menunjukka…

Sorotan Rumelu

Rumah Siap Huni Full Furnished di Kalimulya Cilodong Depok – Tanah Luas, SHM & IMB

Rumah Siap Huni Full Furnished di Kalimulya Cilodong Depok – Tanah Luas, SHM & IMB

Februari 10, 2026
Buku Koreografi Perampasan Akan Diluncurkan di Jakarta

Buku Koreografi Perampasan Akan Diluncurkan di Jakarta

Juni 08, 2026
Cinere vs Depok: Mana yang Lebih Worth It untuk Tinggal? | Rumelu.com

Cinere vs Depok: Mana yang Lebih Worth It untuk Tinggal? | Rumelu.com

Desember 14, 2025

Pilihan Pembaca

Buku Koreografi Perampasan Akan Diluncurkan di Jakarta

Buku Koreografi Perampasan Akan Diluncurkan di Jakarta

Juni 08, 2026
Koreografi Perampasan: Membaca Ulang Wajah Pembangunan dari Sudut yang Kerap Terabaikan

Koreografi Perampasan: Membaca Ulang Wajah Pembangunan dari Sudut yang Kerap Terabaikan

Juni 08, 2026
Bisakah Sampah Organik Menjadi Peluang Usaha?

Bisakah Sampah Organik Menjadi Peluang Usaha?

Juni 06, 2026

Jelajah Tema

  • Aura Home Parung6
  • Gaya Hidup Urban111
  • Hunian48
  • Inspirasi & Refleksi26
  • Olah Sampah Mandiri58
  • Panduan & Edukasi71
  • Review & Rekomendasi2
  • Telaga Kahuripan10
  • Urban Living38
Rumelu - Media Hunian dan Gaya Hidup Urban

Tentang Rumelu

Rumelu.com adalah Media hunian dan gaya hidup urban yang menghadirkan inspirasi rumah, properti, ruang hidup modern, dan solusi hidup urban yang lebih nyaman. hingga panduan investasi properti yang membantu kamu merencanakan hunian impian dengan mudah dan terpercaya.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright 2025 © Rumelu.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us